PMKS GENCAR MEMBERSIHKAN ANAK JALANAN

CIBINONG – Luasnya wilayah Kabupaten Bogor ternyata mem­buat jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sema­kin banyak. Terutama bagi fakir miskin yang jumlahnya mencapai 918.617 jiwa atau 196.028 Kepala Keluarga serta 7358 penyandang disabilitas. Hal ini menjadi tugas berat Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor, meski sebelumnya pemkab mempunyai Peraturan Daerah (Perda) tentang Kese­jahteraan Sosial yang baru-baru ini disahkan DPRD Kabupaten Bogor.Kepala Bidang Rehabilitas Sosial pada Dinas Sosial  (Dinsos) Kabupaten Bogor Dian Mulyadiansya men­gatakan, jumlah PMKS di Ka­bupaten Bogor ada 25 jenis, mulai dari anak jalanan, tuna­susila, anak telantar, wanita rawan sosial ekonomi hingga beberapa yang lainnya. Para penyandang PMKS ini keba­nyakan datang dari luar Kabu­paten Bogor, seperti Cianjur, Sukabumi, Banten dan Depok. ”Karena Kabupaten Bogor de­kat dengan ibukota, jadi me­reka banyak datang ke sini. Terlebih di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor sering dikun­jungi wisatawan,” ujar Dian kepada Metropolitan saat di­temui di kantornya, kemarin.

Para wanita tunasusila ini hadir di sejumlah perbatasan wilayah Kabupaten Bogor, se­dangkan para gelandangan dan pengemis (gepeng) kebanya­kan ada di pusat kota atau di wilayah pariwisata. Sementara anak jalanan, anak telantar, disabilitas dan fakir miskin, tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Untuk para PMKS yang ter­jaring dan berasal dari luar Kabupaten Bogor, menurut Dian, Dinsos langs­ung koordinasikan dengan pemerintah daerah asal domi­sili PMKS tersebut. Sehingga, mereka pun langsung diberi pengarahan. ”Kalau PMKS-nya dari Kabupaten Bogor, akan kita bina dan diberi pembeka­lan nantinya,” terangnya.

Dengan adanya Perda Kese­jahteraan Sosial yang belum lama ini disahkan, Dian menga­ku saat ini sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan perda tersebut. Hal itu agar para PMKS setiap tahunnya semakin ber­kurang. ”Ya perda ini sangat membantu dan dengan adanya perda ini dapat menekan ang­ka PMKS. Mereka pun diha­rapkan bisa menjadi lebih se­jahtera,” paparnya.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Habib Agil Salim Alatas meminta Din­sosnakertrans segera mengang­garkan kebutuhannya di Ang­garan Pendapatan dan Be­lanja Daerah (APBD) 2017 untuk penanganan PMKS. Sebab jika dilihat dari 25 jenis PMKS, harus segera membu­tuhkan pertolongan. “Perda ini harus secepatnya disusul dengan anggarannya. Sebab 25 jenis PMKS membutuhkan uluran bantuan pemerintah,” katanya.

Berita Lainnya :

Pohon Tubang Arah Puncak Cisarua Kab.bogor Membuat... Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab mudah rapuhnya pohon di cisarua Kabupaten Bogor. Akibatnya, pohon di Cisarua Kab.Bogor tumbang Menutupi jala...
22 Titik Lokasi di Jalur Puncak Kab.bogor Berpoten... Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, masih berpotensi longsor. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sedikitnya 2...
Bimbingan Teknis Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) D... Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam k...
ASISTENSI ANAK TERLANTAR DAN LANSIA TERLANTAR DALA... Panti Asuhan merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial untuk membantu anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua. merawat dan memelihara...

2 Commentsto PMKS GENCAR MEMBERSIHKAN ANAK JALANAN

  1. irfan says:

    test komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *